Selama tiga hari ini (21-23 Maret) ada event Bunkasai atau festival budaya Jepang di Fakultas Ilmu Budaya USU. Ini sudah ketiga kalinya aku ikut berpartisipasi meramaikan event tahunan ini. Pada Bunkasai pertama dan kedua waktuku kebanyakan dihabiskan untuk keliling-keliling stand dan melihat-lihat. Namun kali ini aku lebih banyak ikutan membantu jaga di stand AnimeHQ.
Seperti yang sudah ditulis diatas, pada Bunkasai kali aku sedikit sekali berkeliling sehingga aku kelewatan beberapa acara atau pagelaran yang menarik, seperti parade & omikoshi yang tidak sempat kulihat berhubung hari pertama (Kamis, 21 Maret) ada kuliah dan lab sampai siang. Kemudian juga ada demo sushi yang juga terlewat dari radar. Untuk Obakeyashiki aku memang sengaja melewatkan karena toh tahun lalu udah masuk dan sepertinya pengalamannya sama saja. Lomba cosplay yang selalu menjadi perhatianku tiap tahun juga terlewat dikarenakan sibuknya pengunjung yang mampir di stand AnimeHQ pada hari ketiga. Sayang sih, tapi yah apa boleh buat. Oh dan aku juga ketinggalan demo kendo, sumo dan aikido yang ada di brosur. Entah emang acaranya yang dibatalkan atau aku yang memang kurang informasi.
Salah satu atraksi baru untuk Bunkasai kali ini adalah Maid Cafe atau yang aku dan teman-teman menyebutnya dengan Warung PRT. Hari pertama sempat mengintip sedikit dan sesuai prediksi, "maid" yang ditawarkan jauh dari standar maid yang ada dalam pikiranku. Beberapa teman-temanku memang akhirnya memutuskan untuk berkunjung kesana pada hari ketiga dan sudah kuduga, mereka pulang dengan wajah kecewa. Untung aku nggak ikut haha.
Banyak kejadian yang memorable dalam Bunkasai tahun ini. Selain berkenalan dengan beberapa orang yang hobi sama denganku, aku juga bertemu dengan teman-teman lamaku dari SMA. Salah seorang dari temanku itu ada yang sudah menjadi full-pledged wota JKT48, walaupun dulu semasa SMA dia sama sekali tidak suka budaya Jepang. Namun tentu saja yang paling berkesan adalah hari ketiga dimana aku berada disana hingga malam saat acara penutupan dengan kembang api. Entah kenapa saat malamnya suasananya memang betul-betul terasa seperti festival musim panas di Jepang yang hanya pernah kulihat melalui anime.
Malam itu juga aku bersama teman-teman lainnya pesta WJK/bandrek dalam rangka syukuran AnimeHQ. Party yang galau sekaligus gila. Pembicaraan yang ngalor ngidul mulai dari membicarakan masalah asmara, kepribadian ganda, DotA serta Bunkasai yang semuanya dibahas dengan ditemani segelas wedang jahe buatan Sage. Tak lupa adanya insiden nyasarnya Vikram yang mungkin diakibatkan oleh pengkhianatan yang dilakukannya di pagi harinya. Sekitar pukul 22.00 akhirnya seluruh peserta WJK party pulang ke rumah masing-masing, tak lupa berterima kasih kepada Tang yang telah mentraktir kami semua dengan hasil keuntungan AnimeHQ yang menurutku cukup laris di acara Bunkasai ini. Akhir kata, Bunkasai tahun ini sangat menyenangkan meskipun aku hanya sedikit mengikuti acara yang disediakan tapi hal ini diobati dengan berbagai hal lucu yang terjadi selama berada di stand AnimeHQ. Semoga tahun depan kami semua bisa kembali berkumpul dan mengikuti Bunkasai, meskipun aku yakin pada saat itu kami semua bakal disibukkan dengan tugas akhir masing-masing. Ah, tugas akhir. Aku masih harus memikirkan judul yang akan kupakai.
Sabtu, Maret 23, 2013


Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar