Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Rabu, September 17, 2014

Steam Kini Menggunakan Rupiah

Kliknya disini
Pagi ini ada yang berbeda ketika aku login ke akun Steam. Jumlah credit Steam Wallet-ku yang digunakan untuk transaksi jual beli di Steam telah berganti menggunakan mata uang Rupiah. Ya, mulai hari ini (17/09) pengguna Steam di beberapa negara secara ofisial akan menggunakan mata uang mereka masing-masing untuk belanja di Steam. Berapa dana Wallet yang tersisa akan dikonversi secara otomatis sesuai dengan kurs yang berlaku pada hari itu. Memang selama ini untuk membeli game dari kedai digital besutan Valve tersebut masih menggunakan US Dolar. Otomatis harga yang ditetapkan para publisher game adalah yang sesuai dengan kocek orang-orang di luar sana. Tetapi untungnya kini aku mendapati harga-harga game yang ditawarkan cukup memuaskan. Rata-rata rate yang digunakan adalah Rp10000/dollar, namun banyak juga game yang mematok harga yang jauh lebih murah daripada harga ketika masih menggunakan kurs Dolar. Misalnya seperti Dark Souls 2 yang dibanderol seharga Rp 269999, padahal di harga aslinya adalah $39.9 atau sekitar Rp 480000. Pemotongan harga yang cukup signifikan bukan?

Sayang anak, sayang anak
Umumnya harga game yang dipatok lebih murah dari Brazil, namun sedikit lebih mahal daripada harga Rusia. Para pencari deal game murah tentunya tahu jika ingin trading game murah adalah dengan trader dari Rusia, dimana harga yang ditawarkan sangat jauh lebih murah daripada harga di belahan dunia lain. Kini ada alternatif lain, yakni trading game dengan trader Indonesia, dimana harganya tidak begitu jauh dari harga Rusia. Ada juga beberapa publisher yang memasang harga fixed misalnya Ubisoft pada game-game jadul mereka Beyond Good and Evil dan Dark Messiah of Might and Magic yang biasanya dihargai $9.99 kini bisa didapat hanya dengan Rp 50000. Tentu nantinya ketika game-game tersebut masuk sale akan ada pemotongan harga lagi lebih jauh, apakah itu 50%, 66%, 75% atau bahkan 90%. Penggantian kurs mata uang dari Dolar ke Rupiah ini tadi juga dibarengi dengan pricing bug pada sebuah game, dimana tadi didapati pada game Heileen 3 Deluxe Edition yang seharusnya berharga Rp 176000 malah dihargai Rp 176! Sekarang harganya memang sudah diperbaiki tetapi hampir semua pengguna Steam di Indonesia yang memiliki sedikit sisa duit di Steam sudah mengeksploitasi bug ini.
Gim seharga sebatang es lilin
Bisa dibilang efek pergantian mata uang ini merambah ke segala aspek dunia per-game-an Indonesia. Kini tidak ada lagi alasan "omg harga game original, mending beli di pajus aja!" yang biasa diutarakan oleh para "gamer" lokal. Developer game lokal sendiri dapat menentukan harga sesuai region, jadi bisa saja nanti game-game buatan anak bangsa dihargai sesuai kocek orang Indonesia. Para penjual game original di Kaskus tentu harus menyunting besar-besaran thread lapak mereka untuk menyesuaikan harga yang berlaku sekarang. Para gamer yang biasa membeli game melalui Steam kini tidak perlu repot-repot mengkonversi harga game sesuai kurs pada hari itu yang kadang bisa berubah dari waktu ke waktu. Bagiku sendiri hal ini berarti banyak game-game indie yang bakal lebih terjangkau ketimbang harga kemarin. Tentunya aku bakal tetap menunggu game-game tersebut masuk sale sih haha. Aku jadi tidak sabar menunggu Winter Sale, dompet bisa dipastikan bakal jebol walaupun tidak sejebol tahun-tahun kemarin. Praise Gaben, the savior of PC gaming.

Rabu, Januari 18, 2012

#StopSOPA

SOPA. Belakangan kata itu marak terdengar terutama bagi kalian yang menghabiskan waktunya berselancar di dunia maya. SOPA adalah singkatan dari Stop Online Piracy Act. Seperti yang bisa dilihat dari namanya, SOPA ini merupakan sebuah rancangan undang-undang yang akan diajukan ke kongres AS untuk menghentikan pembajakan secara online. Tapi efeknya bisa lebih parah daripada itu, SOPA dapat mengekang kebebasan berinternet secara menyeluruh.
Salah satu bentuk protes Wikipedia
Selain SOPA, ada juga PIPA. Kepanjangan dari PROTECT IP Act. Kenapa pake huruf kapital semua? Karena ada lagi kepanjangannya, yaitu Preventing Real Online Threats to Economic Creativity and Theft of Intellectual Property Act of 2011. Inti dari RUU ini adalah memberikan wewenang kepada pemerintah AS untuk menutup website-website penyedia konten ilegal, bahkan untuk website luar AS.

Awalnya aku nggak terlalu khawatir dengan hal ini. "Kan cuma undang-undang yang bakal berlaku di Amerika", begitu pikirku pada waktu pertama kali mendengar isu ini. Tapi makin lama mataku makin terbuka akan apa yang bakalan terjadi kalau memang RUU ini betul-betul disahkan.

Ada empat dasar perintah utama undang-undang SOPA dan PIPA ini:
  1. Memerintahkan ISP untuk mengubah server DNS mereka dari membaca nama domain suatu situs di negara luar AS yang menyimpan konten ilegal seperti video, lagu, atau gambar (intinya, diblok).
  2. Memerintahkan situs pencari seperti Google atau Yahoo atau lainnya untuk mengubah kueri pencariannya untuk mengecualikan situs yang menyimpan konten ilegal (jadi jika anda cari di situs pencari, situs ini tidak akan ditemukan).
  3. Memerintahkan layanan pembayaran online seperti Amazon, dsb untuk mematikan akun dari situs luar AS yang menyimpan konten ilegal.
  4. Memerintahkan layanan iklan seperti Google Adsense untuk menolak iklan atau pembayaran dari situs luar AS yang menyimpan konten ilegal.
Mengerikan, bukan? Kita udah punya DMCA, mungkin kalian mengenalnya dari pesan "This video was removed" dari YouTube, yang mengharamkan konten hak cipta untuk disebarluaskan di internet dan kini muncul lagi "musuh" yang baru yang bisa mengancam kebebasan kita di dunia maya.

Jika SOPA dan PIPA ini jadi disahkan maka seluruh konten internet akan diawasi. Jelas hal ini menimbulkan reaksi keras dari berbagai kalangan pengguna internet. Hari ini 18 Januari 2012, pergerakan anti-SOPA memulai aksinya dengan cara melakukan "blackout" atau "pemadaman" pada website-website mereka. Salah satu yang paling menghebohkan adalah Wikipedia. Wikipedia memadamkan website mereka selama 24 jam dan cukup membuat repot banyak orang yang selalu menggunakan jasanya. Bahkan di pemadaman Wikipedia ini menjadi trending topic di Twitter dengan hashtag #FactsWithoutWikipedia.

Nah jadi apa yang bisa kita lakukan untuk menanggapi hal ini? Kan kita bukan warga negara AS? Mudah, buka aja website ini dan lakukan apa yang bisa kita perbuat semampu kita. Mari kita bersatu untuk melindungi hak-hak kita!

End Piracy, Not Liberty #StopSOPA

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktop