Minggu, Januari 08, 2012

Aika Online

The online game world is, again today,
isolated, pitiful, rife with efficiency nerds
The real world, again tomorrow,
will function and run without me
The online game world is always
lone, pillory, greedy for leveling
Online Game Addict Sprechchor by Hatsune Miku

Belakangan ini temen-temen kampus kerajingan dengan sebuah game online berjudul Aika Online. Semua ini berawal dari beberapa hari sebelum liburan natal lalu, dimana anak-anak Lost Saga (Zuhairi dkk) plus Farid membicarakan game yang sedang mereka mainkan ini. Mereka pun memberiku client game tersebut dan mengajakku ikut bermain. Aku sendiri tidak begitu antusias karena aku sendiri hampir selalu menghindari game-game online, terakhir yang kumainkan adalah Atlantica Online dan itupun berhenti setahun lalu. 

Tapi akhirnya karena sedikit penasaran aku mencoba game ini juga, dengan koneksi internet pas pas-an yang kumiliki. Aku membuat karakter dan memilih class warrior, karena umumnya warrior selalu terlihat keren. Karakterku kunamai Derp. Aku selalu tertawa setiap kali NPC di dalam game berbicara dengan karakterku, "Kamu pasti Letnan Dua Derp." 
Kenalkan, Letnan Dua Derp siap menerima instruksi.
Tak ada yang begitu 'wah' di game ini yang membuatku bersemangat memainkannya. Aku sempat berhenti sejenak saat mencapai level 20. Semuanya berubah saat negara api menyerang ketika aku kembali masuk kampus seusai liburan akhir tahun. Mereka yang main mendahuluiku telah mencapai level 40-an. Bahkan karakter class crusader Farid telah mencapai level maksimal 50. Entah kenapa tiba-tiba aku merasa tertinggal dan menyesal kenapa nggak melanjutkan main saat masih liburan kemarin. Belum lagi saat mengetahui ternyata teman-teman yang memainkan game ini semakin banyak, lebih dari 15 orang.

Akhirnya aku pun lanjut bermain hampir tiap hari demi mengejar ketertinggalan level. Hingga saat ini karakterku telah mencapai level 30. Untungnya karena yang main juga banyak jadi leveling jadi lebih mengasyikkan. Mendapat equipment level tinggi pun tinggal minta saja. Apalagi setelah dibuat sebuah guild yang isinya hampir semua mahasiswa TI USU. Chat window selalu berisi komentar-komentar aneh dari para anggota guild.

Setelah kupikir-pikir yang membuat game online itu adiktif adalah interaksi antar karakternya, dimana kita merasa selalu bersama teman meskipun nyatanya semua hanya duduk di depan komputer masing-masing. Bergabung bersama dalam party dan menaklukkan dungeon bersama-sama harus kuakui merupakan kegiatan yang mengasyikkan. Aku nggak tahu berapa lama aku tahan memainkan game online ini, tapi setidaknya aku harus mencapai minimal level 40 dulu sebelum berhenti.

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktop