![]() |
| Gabung dengan Night's Watch sekarang dan dapatkan tur eksklusif ke seberang The Wall! |
Kemarin (09/08/14) akhirnya aku menyelesaikan buku kelima dari seri A Song of Ice and Fire karya George RR Martin. Buku yang berjudul A Dance with Dragons itu merupakan buku terakhir yang telah diterbitkan dari serial ini, dimana buku selanjutnya masih sedang dikerjakan oleh pengarang. Lumayan lama juga waktu yang kubutuhkan untuk membaca buku setebal kurang lebih 1000 halaman itu, mungkin ada sekitar 6 bulan. Buku itu sendiri satu-satunya buku dari seri ASoIaF yang kupunyai dalam bentuk hardcopy, kubeli sekitar setahun lalu melalui Periplus dengan harga yang sangat miring. Dengan selesainya Dance, maka kini aku sudah bisa mengklaim hak untuk bergabung dengan para fans lain yang tengah menantikan buku penerus yang akan dinamai Winds of Winter. Berita yang beredar menyatakan jika buku tersebut paling cepat terbit pada 2016.
Aku pertama kali memulai membaca seri ASoIaF bersamaan dengan berakhirnya season 3 dari adaptasi serial televisinya, Game of Thrones. Season tersebut berakhir di saat seru-serunya yang membuatku bertanya-tanya apa selanjutnya yang akan terjadi. Menunggu setahun lagi untuk season selanjutnya tentu bukanlah jawaban yang ingin kudengar. Begitu pula dengan membaca spoiler di wiki-wiki yang ada di internet, hal itu akan mengurangi keasikan dari ceritanya. Maka aku pun memutuskan untuk membaca bukunya, yang tentu saja hanya tersedia dalam Bahasa Inggris.
Awalnya aku hanya ingin membaca buku untuk melanjutkan cerita serial televisinya, yaitu dari buku ketiga A Storm of Swords. Tetapi setelah berbagai pertimbangan aku akhirnya memilih untuk memulai dari awal yakni buku pertama.
Pada mulanya tentu berat rasanya memulai membacanya. Buku ratusan halaman berbahasa Inggris tentu terlihat mengintimidasi bagi siapapun yang tidak familiar, apalagi bahasanya terkadang menggunakan Old English sehingga mengharuskan untuk men-Google kata yang bersangkutan untuk mengetahui artinya. Namun dengan tekad yang kuat akhirnya kumulai membaca buku tersebut.
Banyaknya karakter yang muncul di buku yang tidak ada pada serial televisinya awalnya membuatku kewalahan untuk mengingatnya. Untungnya lama-kelamaan karakter-karakter tersebut terasa familiar sehingga mudah untuk mengingatnya dan mengikuti ceritanya. Ceritanya sendiri di buku pertama tidak banyak yang berbeda dari adaptasinya. Perbedaan yang mendasar hanyalah buku menceritakan dengan sudut pandang orang pertama, yang setiap chapter memiliki pencerita yang berbeda-beda pula. Dengan kata lain tidak ada tokoh utama tunggal pada seri ini, melainkan beberapa karakter di tempat yang berbeda yang menceritakan kisah yang berbeda pula. Hal inilah yang membuatku tertarik untuk melanjutkan ke buku-buku selanjutnya, sebab tiap karakter memiliki pemikiran yang berbeda dan tingkah laku yang berbeda pula. Tidak sulit untuk memilih satu dari banyak karakter sebagai karakter favorit.
Sebelum season 4 dari Game of Thrones mulai tayang, aku sudah melahap empat jilid buku yang ada, dengan buku kelima sedang kukonsumsi secara perlahan. Menantikan bagaimana adegan favoritku yang ada di buku nantinya akan diadaptasi ke layar merupakan salah satu hal yang mengasyikkan bagiku. Hal yang sama terjadi saat aku menonton anime Fate/Zero dan The Disappearance of Haruhi Suzumiya dimana aku sudah terlebih dahulu membaca naskah sumber aslinya. Tentu terkadang ada perasaan sedikit kecewa karena adaptasinya tidak sesuai dengan yang diharapkan (sebagaimana terjadi padaku di Fate/Zero), namun untungnya disamping banyaknya perbedaan dari buku, Game of Thrones tetap menarik untuk diikuti.
Untuk kalian yang penasaran tentang apa sebenarnya seri A Song of Ice and Fire ini berikut sinopsisnya kukutip dari Wikipedia. Akan ada SPOILER besar, terutama bagi kalian yang hanya berniat menonton serial televisinya saja. Susah memang menjelaskan inti cerita ini tanpa menampilkan spoiler.
The story of A Song of Ice and Fire takes place in a fictional world wherein seasons last for years on end. Centuries before the events of the first novel (see backstory), the Seven Kingdoms on the continent Westeros were united under the Targaryen dynasty, whereof the last king was killed by feudal lords led by Robert Baratheon, who became king.
The principal story chronicles a power struggle for the "Iron Throne" of Westeros after King Robert's death in the first book, A Game of Thrones. King Robert's son Joffrey immediately claims the throne with the support of his mother's family. When Lord Eddard Stark, King Robert's "Hand" (chief advisor) discovers that Joffrey and his siblings are the offspring of incest by siblings Jaime and Cersei Lannister, Eddard is executed for treason and Robert's brothers Stannis and Renly lay separate claims to the throne. Several regions of Westeros attempt self-rule: Eddard Stark's eldest son Robb is proclaimed King in the North, while Balon Greyjoy re-establishes an independent Kingdom in his region, the Iron Islands. This so-called 'War of the Five Kings' is in full progress by the middle of the second book, A Clash of Kings.
The second story takes place on the northern border of Westeros, where an eight-thousand-year-old wall of ice defends Westeros from the Others. The Wall's sentinels, the Sworn Brotherhood of the Night's Watch protect the realm of Westeros (land of the seven kingdoms), whereas the "Free Folk" or "wildlings" are humans living north of the Wall. The Night's Watch story is told primarily through Jon Snow, supposed bastard son of Eddard Stark, as he rises through the ranks. In the third volume, A Storm of Swords, this story becomes entangled with the civil war.
The third story is set on an eastern continent named Essos, and follows Daenerys Targaryen, isolated from the others until A Dance with Dragons. On Essos, Daenerys rises from a pauper sold into marriage, to a powerful and intelligent ruler. Her rise is aided by the birth of three dragons from eggs given to her as wedding gifts: used initially as symbols, and later as weapons.Jika kalian berniat membaca seri buku A Song of Ice and Fire harap bersiap-siap, sebab seri ini terkenal dengan pengarangnya yang tak segan untuk membunuh karakter-karakter utamanya. Bahkan karakter yang menjadi sudut pandang chapter pun tak luput dari "kekejamannya". Valar morghulis.
Minggu, Agustus 10, 2014

