Karya Tulis Ilmiah oleh Adlin Ichsan (101402030)
Begitu pula dalam hal permainan atau game yang tidak luput dari sentuhan teknologi. Dari zaman permainan tanpa menggunakan alat bantu hingga akhirnya teknologi masuk ke dalam aspek permainan hingga tercipta hiburan yang disebut video game.
Kini video game menjadi salah satu hiburan yang sangat diminati yang tidak hanya digemari oleh gamer fanatik tetapi juga telah merambah kepada masyarakat secara luas. Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa menikmati bermain video game.
Tentunya dengan diterimanya video game di masyarakat, dampak dari bermain video game mulai menjadi objek studi. Banyak orang tua meresahkan dampak negatif dari video game terhadap anak-anak mereka. Muncul beberapa kasus kekerasan yang kemudian dihubungkan dengan hobi bermain video game. Hingga belakangan ada kasus seorang gamer yang tewas gara-gara bermain game tanpa istirahat. Namun tentu saja video game juga ada membawa dampak positif. Dampak negatif dan positif ini yang akan dibahas oleh penulis pada tulisan ini.
Perkembangan teknologi video game yang kian pesat mempengaruhi bagaimana pandangan masyarakat terhadap video game. Dahulu video game dianggap mainan anak kecil dimana grafis video game pada masa itu masih berwarna cerah dan temanya juga masih sederhana. Namun kini seiring dengan meningkatnya kualitas grafis dari video game maka semakin nyata pula tampilan dari video game. Video game tidak lagi dipandang sebagai mainan anak-anak lagi namun lebih kepada media hiburan.
Banyak video game yang membutuhkan reaksi cepat dalam menentukan pilihan antara hidup dan mati di dunia virtual. Studi yang dilakukan oleh cognitive neuroscientists University of Rochester di New York menyimpulkan game-game aksi seperti ini dapat dijadikan simulator untuk melatih otak pemain dalam menentukan plihan secara cepat di dunia nyata.
2. Video game mengajarkan pemecahan masalah
Video game mengajak anak-anak untuk berpikir. Ada video game yang memang lebih dikhususkan untuk pengajaran tetapi video game biasa juga mengajarkan anak-anak untuk berpikir secara logis dan secara cepat memproses informasi yang diterimanya.
3. Video game memberikan penguatan positif
Kebanyakan video game didesain untuk membuat pemain terpacu untuk mencapai kesuksesan dan memberikan ganjaran tertentu sebagai hadiah dari kesuksesan. Hal ini mengajarkan anak-anak untuk tidak takut untuk gagal dan akan mencoba lagi demi mencapai tujuan dari game tersebut.
4. Video game dapat mengurangi stress dan depresi
Sebuah studi menemukan bahwa gamer yang menderita masalah psikis seperti stress dan deperesi dapat mengalihkan rasa frustasi dan agresi mereka dengan bermain video game.
5. Meningkatkan kemampuan membaca
Psikolog di Finland University menyatakan bahwa video game bisa membantu anak-anak untuk meningkatkan kemampuan baca mereka. Jadi, keluhan soal bermain game yang dapat menurunkan budaya membaca tidaklah beralasan.
6. Meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris
Riset di Indonesia membuktikan bahwa banyak pria yang mahir bahasa Inggris di sekolah ataupun di universitas tanpa melalui kursus adalah mereka yang suka bermain game.
7. Meningkatkan konsentrasi
Dr. Jo Bryce, kepala penelitian di suatu universitas di Inggris menemukan bahwa gamer sejati punya daya konsentrasi tinggi yang memungkinkan mereka mampu menuntaskan beberapa tugas.
8. Meningkatkan kinerja otak dan memacu otak dalam menerima cerita
Sama halnya dengan belajar, bermain game yang tidak berlebihan dapat meningkatkan kinerja otak bahkan memiliki kapasitas jenuh yang lebih sedikit dibandingkan dengan belajar dan membaca buku.
9. Meningkatkan kemampuan bersosialisasi
Kebanyakan gamer memang biasanya langsung divonis memiliki kemampuan bersosialisasi yang rendah namun hal ini tidaklah sepenuhnya benar. Para pemain game online biasanya terampil dalam bersosialisasi dan bekerja sama dalam tim. Hal ini disebabkan karena interaksi sosial tidak dapat dilepaskan dari game online.
10. Video game dapat menjadi terapi bagi anak-anak penderita penyakit kronis
The University of Utah merilis sebuah studi yang mengamati efek dari bermain video game pada anak-anak yang didiagnosis penyakit seperti autis, depresi dan Parkinson. Pada anak-anak yang bermain game ditemukan tanda-tanda peningkatan semangat. Para peniliti percaya bahwa game yang mereka mainkan berpengaruh kepada mental mereka dalam menghadapi penyakit yang dideritanya.
11. Meningkatkan daya kognitif
Para ilmuwan yang meneliti hal tersebut adalah ilmuan dari Queensland University of Technology, mereka melaporkan bahwa seseorang terutama anak-anak yang bermain game bisa meningkatkan daya kognitif yang lebih baik ketimbang orang yang hanya sekedar menonton televisi.
Data tersebut mereka ambil dari hasil penelitian Longitudinal Study of Australian Children. Dan salah satu orang yang meneliti kegiatan tersebut adalah Dr Daniel Johnson dari Queensland University of Technology. Dr Daniel mengatakan bahwa menonton televisi merupakan kegiatan yang pasif. Sedangkan bermain video game tergolong jauh lebih interaktif ketimbang hanya duduk atau tidur di depan layar kaca TV.
Karena tergolong lebih interaktif, bermain video game dapat memberi efek lebih baik, antara lain seperti meningkatkan kepercayaan diri, aktivitas sosial dan kemampuan kognitif bisa semakin meningkat. Sementara itu, Dr Penny Sweetser memberi pernyataan yang tak jauh beda dengan Dr Daniel. Dr Penny mengatakan bahwa bermain video game dan menonton televisi adalah dua kegiatan berbeda yaitu kegiatan aktif dan pasif.
12. Menjaga otak tetap aktif
Sebuah riset baru telah menemukan bahwa orang-orang lanjut usia ternyata bisa lebih sehat dan lebih senang apabila mereka sering bermain game, meskipun mainnya sebentar-sebentar saja. Para peneliti dari North Carolina State University tersebut meneliti 140 orang lanjut usia berumur di atas 63 tahun. Mereka ditanyakan berapa sering bermain game komputer, kalau pernah main. Mereka juga mengadakan survei untuk mengecek kesehatan fisik dan emosionalnya dimana ditemukan bahwa 61% bermain game cukup sering dan 35% bermain game sekali seminggu.
Anak sudah menghabiskan sebagian besar waktunya untuk belajar di sekolah dan beraktivitas. Namun, mereka ingin tetap bermain video game. Sehingga, banyak anak mengorbankan waktu berharga mereka untuk tidur dan menggunakannya untuk bermain video game. Pecandu video game yang kurang tidur maka dapat membahayakan kesehatannya.
2. Arthritis dan Carpal Tunnel Syndrome
Kedua penyakit di atas adalah gangguan fisik. Video game bisa menyebabkan masalah pada jempol seseorang di kemudian hari. Tubuhnya juga rentan penyakit osteoarthritis. Sedangkan carpal tunnel syndrome adalah tekanan pada saraf di pergelangan tangan anda.
3. Makan kurang sehat
Ketika pecandu video game terlalu sibuk untuk bermain, maka ia akan jarang mandi, dan jarang tidur. Ini juga berdampak pola makan mereka menjadi tak sehat.
Pecandu video game selanjutnya akan beralih ke makanan cepat saji dan memilih memakan makanan beku dan instan. Mereka justru memperbanyak minuman soda dan minuman energi dengan harapan mereka bisa bermain dalam kondisi prima. Ini menyebabkan pecandu video game mudah terserang obesitas, diabetes, dan kondisi kesehatan serius.
4. Ketagihan
Menimbulkan efek ketagihan, yang berakibat melalaikan kehidupan nyata. Inilah masalah sebenarnya yang dihadapi oleh para gamer yang intinya adalah pengendalian diri. Ketagihan bermain game dapat mengakibatkan pola makan dan tidur yang tidak teratur sehingga mudah terserang penyakit. Jika terlalu sering akan menimbulkan pengaruh psikologis. Menghayal dan pikiran yang selalu tertuju pada game adalah efek negative yang ditimbulkannya. Mempengaruhi pola pikir dan tingkah laku.
1. Membatasi waktu bermain game
Tetapkan waktu sekitar satu atau dua jam saja. Kalau perlu pasang jam beker untuk mengetahui batasan waktu. Bermain game kelamaan dapat berdampak buruk pada tubuh karena otak yang konsentrasi penuh pada game akan mengabaikan kegiatan penting atau kebutuhan tubuh seperti makan, minum, istirahat, olahraga, bersosialisasi, dan lain sebagainya.
2. Hindari judul-judul game yang banyak menghabiskan waktu
Usahakan pilih game yang tidak bikin kecanduan untuk memainkannya berbulan-bulan dan bertahun-tahun dan menghabiskan banyak waktu seharian untuk memainkannya agar menghasilkan hasil game yang baik.
3. Menghindari game sulit yang memancing emosi
Game yang susah terkadang membuat kesal dan memancing emosi. Hentikan bermain game jika sudah emosi.
4. Mainkan game yang sesuai usia
Video game memiliki rating tertentu yang menentukan umur berapa yang dapat memainkan game tersebut. Pelajari tentang rating tersebut dan hindari bermain game yang tidak sesuai umur.
4. Mainkan game yang mengasah otak / menghibur
Banyak game yang bisa meningkatkan kemampuan berpikir otak seperti game puzzle, game kasus, game ingatan, game strategi, dan sebagainya. Analisislah game yang anda mainkan apakah dapat memberikan dampak positif bagi apakah memberi hiburan atau kemampuan pikiran.
5. Mengajak orang lain bermain bersama
Bermain game bersama-sama jauh lebih baik daripada bermain sendiri. Dengan mengajak teman atau keluarga untuk bermain game maka akan mempererat hubungan dengan orang lain selama game yang dimainkan cocok untuk dimainkan bersama-sama dan tidak membuat emosi. Bermain game sendirian saja akan menghilangkan jiwa sosial dan dapat mengurangi jumlah teman dari waktu ke waktu.
6. Beristirahat yang cukup
Usahakan beristirahat minimal 10 menit tiap satu jam bermain. Gunakan waktu ini untuk berpaling dari layar dan lakukan olahraga ringan untuk peregangan.
A. Pendahuluan
1. Latar Belakang
Perkembangan teknologi belakangan ini maju semakin pesat dan sudah mencakup di segala bidang. Segala aspek yang menyentuh kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung tidak terlepas dari sentuhan teknologi. Tentu kemajuan teknologi ini menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan manusia. Perubahan ini juga memberikan dampak yang begitu besar terhadap transformasi nilai-nilai yang ada di masyarakat.Begitu pula dalam hal permainan atau game yang tidak luput dari sentuhan teknologi. Dari zaman permainan tanpa menggunakan alat bantu hingga akhirnya teknologi masuk ke dalam aspek permainan hingga tercipta hiburan yang disebut video game.
Kini video game menjadi salah satu hiburan yang sangat diminati yang tidak hanya digemari oleh gamer fanatik tetapi juga telah merambah kepada masyarakat secara luas. Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa menikmati bermain video game.
Tentunya dengan diterimanya video game di masyarakat, dampak dari bermain video game mulai menjadi objek studi. Banyak orang tua meresahkan dampak negatif dari video game terhadap anak-anak mereka. Muncul beberapa kasus kekerasan yang kemudian dihubungkan dengan hobi bermain video game. Hingga belakangan ada kasus seorang gamer yang tewas gara-gara bermain game tanpa istirahat. Namun tentu saja video game juga ada membawa dampak positif. Dampak negatif dan positif ini yang akan dibahas oleh penulis pada tulisan ini.
2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, penulis merumuskan masalah yang akan dibahas dalam karya tulis ilmiah ini, yaitu:- Apa saja dampak positif dan negatif dari bermain video game?
- Bagaimana menghindari dampak negatif dari bermain video game?
3. Tujuan Penulisan
- Membuktikan jika video game bukanlah sekedar hiburan yang membuang-buang waktu.
- Memahami bagaimana menghindari dampak negatif dari bermain video game.
4. Manfaat Penulisan
- Mengetahui dampak positif dan negatif dari bermain video game.
B. Pembahasan
1. Pengenalan Video Game
Menurut Wikipedia, video game dapat didefinisikan sebagai permainan elektronik yang melibatkan interaksi pemain dengan antarmuka pengguna melalui gambar yang dihasilkan oleh perangkat video. Video game dapat dimainkan pada perangkat elektronik yang lebih sering disebut sebagai platform. Platform terdiri dari bermacam-macam jenis, mulai dari komputer pribadi (PC), konsol (perangkat khusus untuk bermain video game), hingga peranti handheld seperti smartphone juga dapat dikategorikan sebagai platform video game.
Video game mulai menapaki ke jalur mainstream dengan dirilisnya game Pong oleh Atari pada 1972, setelah di tahun-tahun sebelumnya hanya sekedar diminati oleh pihak-pihak dari kalangan tertentu saja, seperti kaum hobbyist. Kesuksesan komersial dari Pong membuat banyak perusahaan lain ikut-ikutan mengembangkan Pong versi mereka sendiri, hingga akhirnya menimbulkan industri baru yakni industri video game. Perkembangan teknologi industri video game dalam era globalisasi kian pesat dan menarik minat banyak orang.
Kini, 40 tahun semenjak kemunculan Pong, video game menjadi salah satu hiburan yang sangat diminati yang tidak hanya digemari oleh gamer fanatik tetapi juga telah merambah kepada masyarakat secara luas, terutama sejak maraknya peranti handheld yang juga dapat merangkap sebagai perangkat video game seperti tablet dan smartphone. Video game dimainkan oleh orang-orang dari segala usia, tidak hanya yang muda tetapi juga yang tua. Bahkan menurut studi yang dilakukan pada tahun 2011, umur rata-rata gamer adalah 37 tahun.
Video game mulai menapaki ke jalur mainstream dengan dirilisnya game Pong oleh Atari pada 1972, setelah di tahun-tahun sebelumnya hanya sekedar diminati oleh pihak-pihak dari kalangan tertentu saja, seperti kaum hobbyist. Kesuksesan komersial dari Pong membuat banyak perusahaan lain ikut-ikutan mengembangkan Pong versi mereka sendiri, hingga akhirnya menimbulkan industri baru yakni industri video game. Perkembangan teknologi industri video game dalam era globalisasi kian pesat dan menarik minat banyak orang.
Perkembangan teknologi video game yang kian pesat mempengaruhi bagaimana pandangan masyarakat terhadap video game. Dahulu video game dianggap mainan anak kecil dimana grafis video game pada masa itu masih berwarna cerah dan temanya juga masih sederhana. Namun kini seiring dengan meningkatnya kualitas grafis dari video game maka semakin nyata pula tampilan dari video game. Video game tidak lagi dipandang sebagai mainan anak-anak lagi namun lebih kepada media hiburan.
2. Dampak Bermain Video Game
2.1 Dampak Positif
1. Video game meningkatkan kemampuan untuk menentukan pilihanBanyak video game yang membutuhkan reaksi cepat dalam menentukan pilihan antara hidup dan mati di dunia virtual. Studi yang dilakukan oleh cognitive neuroscientists University of Rochester di New York menyimpulkan game-game aksi seperti ini dapat dijadikan simulator untuk melatih otak pemain dalam menentukan plihan secara cepat di dunia nyata.
2. Video game mengajarkan pemecahan masalah
Video game mengajak anak-anak untuk berpikir. Ada video game yang memang lebih dikhususkan untuk pengajaran tetapi video game biasa juga mengajarkan anak-anak untuk berpikir secara logis dan secara cepat memproses informasi yang diterimanya.
3. Video game memberikan penguatan positif
Kebanyakan video game didesain untuk membuat pemain terpacu untuk mencapai kesuksesan dan memberikan ganjaran tertentu sebagai hadiah dari kesuksesan. Hal ini mengajarkan anak-anak untuk tidak takut untuk gagal dan akan mencoba lagi demi mencapai tujuan dari game tersebut.
4. Video game dapat mengurangi stress dan depresi
Sebuah studi menemukan bahwa gamer yang menderita masalah psikis seperti stress dan deperesi dapat mengalihkan rasa frustasi dan agresi mereka dengan bermain video game.
5. Meningkatkan kemampuan membaca
Psikolog di Finland University menyatakan bahwa video game bisa membantu anak-anak untuk meningkatkan kemampuan baca mereka. Jadi, keluhan soal bermain game yang dapat menurunkan budaya membaca tidaklah beralasan.
6. Meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris
Riset di Indonesia membuktikan bahwa banyak pria yang mahir bahasa Inggris di sekolah ataupun di universitas tanpa melalui kursus adalah mereka yang suka bermain game.
7. Meningkatkan konsentrasi
Dr. Jo Bryce, kepala penelitian di suatu universitas di Inggris menemukan bahwa gamer sejati punya daya konsentrasi tinggi yang memungkinkan mereka mampu menuntaskan beberapa tugas.
8. Meningkatkan kinerja otak dan memacu otak dalam menerima cerita
Sama halnya dengan belajar, bermain game yang tidak berlebihan dapat meningkatkan kinerja otak bahkan memiliki kapasitas jenuh yang lebih sedikit dibandingkan dengan belajar dan membaca buku.
9. Meningkatkan kemampuan bersosialisasi
Kebanyakan gamer memang biasanya langsung divonis memiliki kemampuan bersosialisasi yang rendah namun hal ini tidaklah sepenuhnya benar. Para pemain game online biasanya terampil dalam bersosialisasi dan bekerja sama dalam tim. Hal ini disebabkan karena interaksi sosial tidak dapat dilepaskan dari game online.
10. Video game dapat menjadi terapi bagi anak-anak penderita penyakit kronis
The University of Utah merilis sebuah studi yang mengamati efek dari bermain video game pada anak-anak yang didiagnosis penyakit seperti autis, depresi dan Parkinson. Pada anak-anak yang bermain game ditemukan tanda-tanda peningkatan semangat. Para peniliti percaya bahwa game yang mereka mainkan berpengaruh kepada mental mereka dalam menghadapi penyakit yang dideritanya.
11. Meningkatkan daya kognitif
Para ilmuwan yang meneliti hal tersebut adalah ilmuan dari Queensland University of Technology, mereka melaporkan bahwa seseorang terutama anak-anak yang bermain game bisa meningkatkan daya kognitif yang lebih baik ketimbang orang yang hanya sekedar menonton televisi.
Data tersebut mereka ambil dari hasil penelitian Longitudinal Study of Australian Children. Dan salah satu orang yang meneliti kegiatan tersebut adalah Dr Daniel Johnson dari Queensland University of Technology. Dr Daniel mengatakan bahwa menonton televisi merupakan kegiatan yang pasif. Sedangkan bermain video game tergolong jauh lebih interaktif ketimbang hanya duduk atau tidur di depan layar kaca TV.
Karena tergolong lebih interaktif, bermain video game dapat memberi efek lebih baik, antara lain seperti meningkatkan kepercayaan diri, aktivitas sosial dan kemampuan kognitif bisa semakin meningkat. Sementara itu, Dr Penny Sweetser memberi pernyataan yang tak jauh beda dengan Dr Daniel. Dr Penny mengatakan bahwa bermain video game dan menonton televisi adalah dua kegiatan berbeda yaitu kegiatan aktif dan pasif.
12. Menjaga otak tetap aktif
Sebuah riset baru telah menemukan bahwa orang-orang lanjut usia ternyata bisa lebih sehat dan lebih senang apabila mereka sering bermain game, meskipun mainnya sebentar-sebentar saja. Para peneliti dari North Carolina State University tersebut meneliti 140 orang lanjut usia berumur di atas 63 tahun. Mereka ditanyakan berapa sering bermain game komputer, kalau pernah main. Mereka juga mengadakan survei untuk mengecek kesehatan fisik dan emosionalnya dimana ditemukan bahwa 61% bermain game cukup sering dan 35% bermain game sekali seminggu.
2.2 Dampak Negatif
1. Kurang tidurAnak sudah menghabiskan sebagian besar waktunya untuk belajar di sekolah dan beraktivitas. Namun, mereka ingin tetap bermain video game. Sehingga, banyak anak mengorbankan waktu berharga mereka untuk tidur dan menggunakannya untuk bermain video game. Pecandu video game yang kurang tidur maka dapat membahayakan kesehatannya.
2. Arthritis dan Carpal Tunnel Syndrome
Kedua penyakit di atas adalah gangguan fisik. Video game bisa menyebabkan masalah pada jempol seseorang di kemudian hari. Tubuhnya juga rentan penyakit osteoarthritis. Sedangkan carpal tunnel syndrome adalah tekanan pada saraf di pergelangan tangan anda.
3. Makan kurang sehat
Ketika pecandu video game terlalu sibuk untuk bermain, maka ia akan jarang mandi, dan jarang tidur. Ini juga berdampak pola makan mereka menjadi tak sehat.
Pecandu video game selanjutnya akan beralih ke makanan cepat saji dan memilih memakan makanan beku dan instan. Mereka justru memperbanyak minuman soda dan minuman energi dengan harapan mereka bisa bermain dalam kondisi prima. Ini menyebabkan pecandu video game mudah terserang obesitas, diabetes, dan kondisi kesehatan serius.
4. Ketagihan
Menimbulkan efek ketagihan, yang berakibat melalaikan kehidupan nyata. Inilah masalah sebenarnya yang dihadapi oleh para gamer yang intinya adalah pengendalian diri. Ketagihan bermain game dapat mengakibatkan pola makan dan tidur yang tidak teratur sehingga mudah terserang penyakit. Jika terlalu sering akan menimbulkan pengaruh psikologis. Menghayal dan pikiran yang selalu tertuju pada game adalah efek negative yang ditimbulkannya. Mempengaruhi pola pikir dan tingkah laku.
3. Menghindari Dampak Negatif dari Bermain Video Game
Seperti yang telah diungkapkan diatas, video game memang memiliki dampak buruk terutama bagi kesehatan. Namun hal ini tentunya dapat dihindari dengan beberapa cara antara lain:1. Membatasi waktu bermain game
Tetapkan waktu sekitar satu atau dua jam saja. Kalau perlu pasang jam beker untuk mengetahui batasan waktu. Bermain game kelamaan dapat berdampak buruk pada tubuh karena otak yang konsentrasi penuh pada game akan mengabaikan kegiatan penting atau kebutuhan tubuh seperti makan, minum, istirahat, olahraga, bersosialisasi, dan lain sebagainya.
2. Hindari judul-judul game yang banyak menghabiskan waktu
Usahakan pilih game yang tidak bikin kecanduan untuk memainkannya berbulan-bulan dan bertahun-tahun dan menghabiskan banyak waktu seharian untuk memainkannya agar menghasilkan hasil game yang baik.
3. Menghindari game sulit yang memancing emosi
Game yang susah terkadang membuat kesal dan memancing emosi. Hentikan bermain game jika sudah emosi.
4. Mainkan game yang sesuai usia
Video game memiliki rating tertentu yang menentukan umur berapa yang dapat memainkan game tersebut. Pelajari tentang rating tersebut dan hindari bermain game yang tidak sesuai umur.
4. Mainkan game yang mengasah otak / menghibur
Banyak game yang bisa meningkatkan kemampuan berpikir otak seperti game puzzle, game kasus, game ingatan, game strategi, dan sebagainya. Analisislah game yang anda mainkan apakah dapat memberikan dampak positif bagi apakah memberi hiburan atau kemampuan pikiran.
5. Mengajak orang lain bermain bersama
Bermain game bersama-sama jauh lebih baik daripada bermain sendiri. Dengan mengajak teman atau keluarga untuk bermain game maka akan mempererat hubungan dengan orang lain selama game yang dimainkan cocok untuk dimainkan bersama-sama dan tidak membuat emosi. Bermain game sendirian saja akan menghilangkan jiwa sosial dan dapat mengurangi jumlah teman dari waktu ke waktu.
6. Beristirahat yang cukup
Usahakan beristirahat minimal 10 menit tiap satu jam bermain. Gunakan waktu ini untuk berpaling dari layar dan lakukan olahraga ringan untuk peregangan.
Jumat, April 19, 2013